Rabu, 06 Januari 2016

Review Jurnal Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Penentuan Kesesuain Kawasan Karamba Jaring Tancap dan Rumput Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna


Tugas Review Jurnal
Teknologi Informasi
ANNISA LARASATI DEWI
NIM : 26010214120047
Budidaya Perairan 
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro



APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN
KESESUAIAN KAWASAN KERAMBA JARING TANCAP DAN
RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PULAU BUNGURAN
KABUPATEN NATUNA
Irwandy Syofyan, Rommie Jhonerie, Yusni Ikhwan Siregar)
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau




Berdasarkan letak geografis Indonesia banyak warga Indonesia yang hidup di kawasan pesisir menggantungkan hidupnya pada usaha perikanan dan kelutan seperti di wilayah Kepulauan Natuna . Usaha yang biasa dilakukan oleh masyarakat pesisir adalah dalam bidang budidaya perikanan yaitu pengembangan budidaya di Karamba Jaring Tancap. Masalah yang muncul seiring berkembangnya usaha karamba jaring tancap adalah tata letak yang belum baik sehingga menimbulkan masalah antar warga. Salah satu syarat dalam yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya di karamba jaring tancap adalah kedekatan lokasi KJT dengan pemukiman pendududuk.
Inovasi dalam menentukan kesesuaian lokasi dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis Operasi spasial tersebut merupakan operasi tumpang susun (overlay), dalamprosesnya operasi tumpang susun adalah adalah suatu proses penyatuan data spasial dan merupakan salah satu fungsi efektif dalam SIG yang digunakan dalam analisa keruangan. Sedangkan metode yang digunakan adalah weighted overlay (ESRI,2007). Weighted overlay merupakan sebuah teknik untuk menerapkan sebuah skala penilaian untuk membedakan dan menidaksamakan inputmenjadi sebuah analisa yang terintegrasi. Weighted overlaymemberikan pertimbangan terhadap faktor atau kriteria yang ditentukan dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian.
Analisa dengan SIG digunakan untuk menentukannkesesuain KJT dan rumput laut. Hasil yang diperoleh pada pengamatan di 9 desa di Pulau Bunguran ,Kabupaten Natuna adalah dengan metode weighted overlay terdapat 3 kesesuian kawasan KJT dan rumput laut dengan dominasi sesuai 49,4 %, sangat sesuai 31,3% dan tidak sesuai 19,5%. Hasil dominasi menunjukan kesesuaiaan pada kelas sesuai dan sangat sesuai artinya sepanjang pantai Bunguran dapat digunkan untuk Budidaya di KJT dan rumput laut.
Desa Pengadah, Kelanga, Tanjung dan Sepempang layak untuk KJT dan rumput laut karena menunjukan dominasi pada kelas sesuai dan sangat sesuai dikarenakan adanya interpolasi kedalaman yang menggeneralisasi kedalaman perairan pada sekitar pulau . Desa Cemaga hasil kelas kesesuain untuk KJT dan rumput laut didominasi oleh sesuai lalu sangat sesuai , kelas tidak sesuai hanya di sepanjang Pantai Medang. Desa Pulau Tiga, Sabang Mawang dan Sededap menunjukan dominasi lokasi tidak sesuai untuk KJT dan rumput laut. Desa Kelarikuntuk kesesuai lokasi KJT dann rumput laut antara kelas sesuai dan sangat sesuai hasilnya merata , adanya ketidakssesuaikan karena faktor kedalaman .
Hasil keseluruhan pengamatan kesesuaian Karamba Jaring Tancap dan Rumput Laut dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis menunjukan  adanya dominasi kelas sesuai dan sangat sesuai pada pantai Bunguran, Kepulauan Natuna. Faktor yang mempengaruhi antara lain adalah kedalaman sedangkan faktor penghambat pengamatan dengan SIG yaitu adanya awan di atmosfer yang menutupi satelit .






Tidak ada komentar:

Posting Komentar