Tugas Review Jurnal
Teknologi Informasi
ANNISA LARASATI DEWI
NIM : 26010214120047
Budidaya Perairan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PENENTUAN
KESESUAIAN KAWASAN KERAMBA JARING TANCAP DAN
RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PULAU BUNGURAN
KABUPATEN NATUNA
Irwandy Syofyan, Rommie Jhonerie, Yusni Ikhwan Siregar)
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau
Berdasarkan
letak geografis Indonesia banyak warga Indonesia yang hidup di kawasan pesisir
menggantungkan hidupnya pada usaha perikanan dan kelutan seperti di wilayah
Kepulauan Natuna . Usaha yang biasa dilakukan oleh masyarakat pesisir adalah
dalam bidang budidaya perikanan yaitu pengembangan budidaya di Karamba Jaring
Tancap. Masalah yang muncul seiring berkembangnya usaha karamba jaring tancap
adalah tata letak yang belum baik sehingga menimbulkan masalah antar warga.
Salah satu syarat dalam yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya di karamba
jaring tancap adalah kedekatan lokasi KJT dengan pemukiman pendududuk.
Inovasi
dalam menentukan kesesuaian lokasi dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis
Operasi spasial tersebut merupakan
operasi tumpang susun (overlay), dalamprosesnya operasi tumpang susun adalah
adalah suatu proses penyatuan data spasial dan merupakan salah satu fungsi
efektif dalam SIG yang digunakan dalam analisa keruangan. Sedangkan metode yang
digunakan adalah weighted overlay (ESRI,2007). Weighted overlay merupakan
sebuah teknik untuk menerapkan sebuah skala penilaian untuk membedakan dan
menidaksamakan inputmenjadi sebuah analisa yang terintegrasi. Weighted
overlaymemberikan pertimbangan terhadap faktor atau kriteria yang ditentukan
dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian.
Analisa dengan SIG digunakan untuk menentukannkesesuain KJT
dan rumput laut. Hasil yang diperoleh pada pengamatan di 9 desa di Pulau
Bunguran ,Kabupaten Natuna adalah dengan metode weighted overlay terdapat 3
kesesuian kawasan KJT dan rumput laut dengan dominasi sesuai 49,4 %, sangat
sesuai 31,3% dan tidak sesuai 19,5%. Hasil dominasi menunjukan kesesuaiaan pada
kelas sesuai dan sangat sesuai artinya sepanjang pantai Bunguran dapat digunkan
untuk Budidaya di KJT dan rumput laut.
Desa Pengadah, Kelanga, Tanjung dan Sepempang layak untuk
KJT dan rumput laut karena menunjukan dominasi pada kelas sesuai dan sangat
sesuai dikarenakan adanya interpolasi kedalaman yang menggeneralisasi kedalaman
perairan pada sekitar pulau . Desa Cemaga hasil kelas kesesuain
untuk KJT dan rumput laut didominasi oleh sesuai lalu sangat sesuai , kelas
tidak sesuai hanya di sepanjang Pantai Medang. Desa Pulau Tiga, Sabang Mawang dan Sededap menunjukan
dominasi lokasi tidak sesuai untuk KJT dan rumput laut. Desa
Kelarikuntuk kesesuai lokasi KJT dann rumput laut antara kelas sesuai dan
sangat sesuai hasilnya merata , adanya ketidakssesuaikan karena faktor
kedalaman .
Hasil keseluruhan
pengamatan kesesuaian Karamba Jaring Tancap dan Rumput Laut dengan menggunakan
Sistem Informasi Geografis menunjukan
adanya dominasi kelas sesuai dan sangat sesuai pada pantai Bunguran,
Kepulauan Natuna. Faktor yang mempengaruhi antara lain adalah kedalaman
sedangkan faktor penghambat pengamatan dengan SIG yaitu adanya awan di atmosfer
yang menutupi satelit .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar