Selasa, 17 November 2015

Analisis Bioinformatika Berbasis WEB untuk Eksplorasi Enzim Kitosanase Berdasarkan Kemiripan Sekuens


 

Analisis Bioinformatika Berbasis WEB untuk Eksplorasi Enzim Kitosanase Berdasarkan Kemiripan Sekuens

Vanny Narita1,3,*, Arif Lelono Arum1, Siti Isnaeni M1, Nuri Y. Fawzya2

Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl. KS Tubun Raya Petamburan 6, Jakarta Pusat, 10260

 

           Analisis bidang bioinformatik sebagai alternative pencarian sekuen enzim baru melalui analisis analisis filogeni (kekerabatan)  hadir untuk mencari spesies terdekat berdasarkan data genome yang di Gene Bank. National Center for Biotechnology Information  adalah situs yang secara online digunakan. Metode bioinformatik berbasis web digunakan untuk mencari anotasi (penamaan), pemetaan genome, dan analisis sekuen lanjut lainnya yang dijalankan secara online melalui program yang tersedia secara gratis di web.

            Kitosanase  merupakan  enzim yang mampu melakukan endohidrolisis ikatan beta-1,4 antarresidu D-glukosamin menjadi kitosan terasetilasi sebagian , penting untuk menjaga keseimbangan antara karbon dan nitrogen yang terjebak sebagai kitin terlarut dalam biomassa . Di bidang kesehatan, kitosanase dari jamur patogen telah terbukti menjadi faktor virulensi putatif, dan dapat memainkan peran penting dalam menginfeksi inang.

           Metode analisis kitosanase berbasis filogeni dikembangkan dengan menggunakan gen 16S rRNA dari data metagenomik yang menunjukkan bahwa salinitas  adalah  penggerak utama untuk distribusi bakteri chitinolytic dan total komunitas bakteri dalam sistem perairan. Gen chiA dari Aeromonas caviae yang mengkode kitosanase ekstraselular dengan panjang 865 asam amino menunjukkan tingkat tinggi kesamaan mirip dengan kitosanase A Serratia marcescen secara bioinformatik . Sampel dari bakteri penghasil kitosanase yang berasosiasi dengan udang  yaitu sekuen 16S ribosomal RNA. Sekuen berasal dari Analisis BLAST untuk nukleotida menggunakan database Reference Genomic Sequence dan 16S Microbial.  Sekuen Gene Bank yang paling miripdicirikan dengan nilai Max Score dan Total Score sama, Query Coverage mendekati 100%, E-value mendekati 0, dan Max Ident mendekati 100% pada setiap database kemudian diunduh dan dikonstruksi filogeninya dengan CLUSTALW2 .

           Hasil identifikasi filogeni (kekerabatan)  sampel 16S rRNA diketahui bahwa sampel tidak identik dengan database di Gene Bank. Mikroba tersebut dalam Gene Bank memiliki gen penyandi kitinase yang erat hubungannya dengan kitosanase. Ketidakhadiran gen kitosanase pada setiap genome mikroba yang teridentifikasi menandakan bahwa mikroba tersebut adalah bakteri baru yang belum tersekuen gen kitosanasenya. Hal ini dapat memberikan peluang untuk eksplorasi dan publikasi sekuen ke Gene Bank dan menambah kepustakaan gen dunia.